Cukup Semestinya Cukup

Bumi ini cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan manusia, bukan untuk memenuhi keserakahan manusia. – Mahatma Gandhi

Kutipan Mahatma Gandhi ini ada di Surat Gembala yang disampaikan di ibadah tanggal 14 Oktober 2018, dalam rangka merayakan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2018. Surat Gembala ini juga menyuguhkan sebuah pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan agar lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi khususnya dalam hal kecukupan pangan?“.

Awal tahun lalu, saya merasa sangat beruntung bertemu dengan seorang Ibu, namanya Wida Septarina, yang ternyata adalah Ketua Yayasan Foodbank of Indonesia (FOI). Berawal dari ingin menemani makan di ruang panitia, hingga menjadi obrolan bermakna dan berkesan khususnya tentu buat saya, si penerima cerita. FOI bekerja dengan mengumpulkan makanan dan minuman berlebih untuk dibagikan ke banyak orang lain yang membutuhkan. Tentu saja, makanan yang dikumpulkan dicek ulang kondisinya. Mereka juga bekerjasama dengan banyak pihak, misalnya GoJek, Sunpride, Bridestory, dan salah satu supermarket. Itu mungkin hanya beberapa yang saya ingat.

Teman-teman tentu pernah melihat di acara pernikahan, ada banyak makanan berlebih yang akhirnya berujung dibuang (syukur-syukur kalau disiapkan “kresek” untuk dibungkus dan dibawa pulang-haha). Atau sering sekali saya melihat makanan di hotel yang berlebihnya luar biasa sekali (maafkan saya lebay!), bahkan itu terjadi di ruangan tempat saya dan Ibu Wida saat itu, sudah hampir jam 9 malam dan makanan masih 75% penuh di wadah-wadahnya. Sedang di tempat lain, yang mungkin tidak jauh dari tempat pernikahan atau hotel ini, ada beberapa orang yang mengharapkan makanan. Paradoks!

Ibu Wida menceritakan juga pernah saat membagikan makanan, ada seorang tua yang mengatakan itu adalah pertama kalinya beliau makan daging.

Stunting : 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting.
Kelaparan : Selama kurun waktu 2008-2016, Indonesia masih tetap berada di level serius.
Lansia : Kementerian Sosial mencatat populasi lansia di Indonesia sebanyak 20,5 juta jiwa lansia.

Di Indonesia, sebanyak 13 juta metrik ton makanan terbuang setiap tahunnya. Angka tersebut dapat memberi makan hampir 11% populasi Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk setiap tahunnya. Angka yang hampir sama dengan penduduk miskin di Indonesia.

(sumber : Foodbank of Indonesia)

Kembali ke pertanyaan di atas tadi, ada hal-hal kecil yang bisa kita lakukan pastinya. Cara yang dilakukan oleh FOI ini adalah dengan berbagi makanan dengan mereka yang membutuhkan. Kita juga bisa memulainya dengan tidak membuang makanan. Ini tentu sangat relevan dengan tulisan Mas Gono di linimasa.com ini. Waktu itu saya menuliskan komentar begini :

Comment

Lalu kata Mas Gono merespon komentar ini :

“BerkeCUKUPan saja sudah cukup, kok. Semestinya.”

Ya, saya setuju.
Mari kita kerjakan ya. Kita sekuat tenaga untuk ingat hidup cukup. Malahan, saya menemukan kata-kata ajakan di Surat Gembala : memilih cara hidup ugahari. Sebelumnya saya tidak tahu apa itu “ugahari”. (hehehe)

Jangan menyerah! Kalau lelah, kita istirahat di belakang rumah, sambil menyeruput kopi hitam dan pisang goreng.

 

Salam cerah,

Agnes

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s